BankSampah Kendari Bangun Mesin Pencacah Botol Mikro

BankSampah Kendari kembangkan mesin
BankSampah Kendari kembangkan mesin

batangkuis.com – Dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah plastik dan meningkatkan efisiensi daur ulang, BankSampah Kendari resmi memperkenalkan mesin pencacah botol mikro buatan tim teknisi lokal. Inovasi ini diklaim mampu mengolah hingga 50 kilogram botol plastik per jam menjadi serpihan mikro berukuran kecil yang siap diproses ulang menjadi bahan baku industri kreatif.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah plastik adalah beban. Dengan inovasi ini, plastik justru menjadi sumber ekonomi sirkular,” ujar Direktur BankSampah Kendari, Nurhadi Mahmud.

Baca Juga: “MoveGreen Bogor Ajak Pegawai Jalani Tantangan 5.000 Langkah


BankSampah Kendari Berikan Solusi dari Permasalahan Sampah Plastik di Kota

Kendari termasuk salah satu kota di Sulawesi Tenggara dengan produksi sampah rumah tangga yang tinggi, mencapai lebih dari 250 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 15% berupa plastik sekali pakai, terutama botol air mineral. Namun, sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa sempat dipilah.

“Masalah utamanya ada di proses. Banyak botol yang tidak bisa diolah cepat karena menumpuk dan memakan ruang,” jelas Nurhadi.

Mesin pencacah botol mikro hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Mesin ini bekerja dengan sistem rotary blade bertenaga motor listrik 2.000 watt, yang memotong botol plastik menjadi potongan kecil berukuran 3–5 milimeter. Serpihan plastik tersebut kemudian dapat dijual langsung ke pabrik daur ulang atau diolah menjadi produk bernilai tambah seperti pot bunga, bahan paving, atau suvenir ramah lingkungan.

Keunggulan utama mesin pencacah mikro:

  • Kapasitas olah hingga 50 kg per jam.
  • Menggunakan pisau baja tahan karat buatan lokal.
  • Konsumsi energi rendah (hanya 1,2 kWh per jam).
  • Sistem pendingin otomatis untuk mencegah panas berlebih.
  • Komponen mudah dirawat dan diproduksi di Kendari.

“Dengan efisiensi tinggi dan perawatan sederhana, mesin ini cocok digunakan oleh komunitas dan bank sampah kecil di daerah,” tambah Nurhadi.


Kolaborasi BankSampah Kendari Dengan Teknisi Lokal dan Akademisi

Pembuatan mesin pencacah mikro ini merupakan hasil kolaborasi antara BankSampah Kendari, Politeknik Negeri Kendari, dan komunitas Maker Kendari Lab. Para mahasiswa teknik mesin turut terlibat dalam proses perancangan dan uji coba, sehingga alat ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis.

“Kami ingin menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah, sekaligus menjadi media belajar bagi mahasiswa,” ujar Ir. Aswar, M.T., dosen pembimbing proyek dari Politeknik Negeri Kendari.

Tim merancang desain modular yang memungkinkan mesin dapat dibongkar-pasang dengan mudah untuk perawatan dan penggantian pisau. Selain itu, material rangka dibuat dari besi daur ulang yang diperoleh dari bengkel lokal.

Fitur teknis mesin pencacah botol mikro:

  • Dimensi: 120 cm x 80 cm x 90 cm.
  • Bahan utama: besi baja daur ulang.
  • Daya motor: 2.000 watt / 220V.
  • Kapasitas produksi: 50 kg/jam.
  • Ukuran serpihan: 3–5 mm.

“Kami telah menguji mesin ini selama dua bulan, dan hasilnya stabil serta efisien,” kata Aswar.


BankSampah Kendari Dukung Ekonomi Sirkular dan UMKM Lokal

Selain untuk kebutuhan internal, BankSampah Kendari juga membuka peluang bagi UMKM dan komunitas daur ulang untuk memanfaatkan mesin ini secara bersama. Mekanisme sewa harian disediakan dengan harga terjangkau agar pelaku usaha kecil dapat mengolah plastik tanpa harus membeli mesin baru.

“Kami ingin menumbuhkan model ekonomi sirkular, di mana plastik bekas bisa diolah dan dijual kembali di tingkat lokal,” ujar Siti Hajar, koordinator produksi BankSampah Kendari.

Beberapa UMKM binaan sudah mulai memanfaatkan hasil serpihan mikro untuk membuat produk inovatif, seperti suvenir, biji plastik cetak 3D, dan bahan dasar paving blok ramah lingkungan.

Dampak ekonomi yang ditargetkan:

  • Penghematan biaya pengiriman botol utuh hingga 70%.
  • Penambahan pendapatan komunitas hingga Rp3 juta per bulan.
  • Peningkatan volume penjualan plastik daur ulang sebesar 40%.
  • Terciptanya lapangan kerja baru di sektor pengolahan limbah.

“Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan industri kecil berbasis daur ulang plastik,” tambah Siti.


Dukungan Pemerintah dan Rencana Produksi Massal

Inovasi mesin ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kendari, yang menilai langkah ini sebagai solusi konkret terhadap penumpukan sampah plastik di wilayah perkotaan. Pemerintah bahkan berencana menjadikannya proyek percontohan pengelolaan limbah berbasis teknologi lokal.

“Kami akan bantu sertifikasi produk agar bisa diproduksi massal dan digunakan di seluruh bank sampah di Sulawesi Tenggara,” ujar Kepala DLH Kendari, Yusrin Lamak.

Selain itu, DLH juga menyiapkan program pelatihan bagi masyarakat dalam pengoperasian dan perawatan mesin. Targetnya, setiap kelurahan memiliki minimal satu unit mesin pencacah mikro dalam dua tahun mendatang.

Langkah lanjutan yang disiapkan pemerintah:

  • Pendanaan untuk 10 mesin tambahan di tahun pertama.
  • Penguatan sistem distribusi plastik daur ulang antar bank sampah.
  • Pelatihan teknisi lokal untuk reparasi dan pemeliharaan.
  • Integrasi hasil produksi ke industri kreatif dan konstruksi lokal.

“Inovasi ini akan mempercepat transisi Kendari menuju kota hijau dan mandiri sampah,” tegas Yusrin.


Menuju Kota Daur Ulang yang Mandiri

Dengan adanya mesin pencacah botol mikro, BankSampah Kendari berharap mampu mengurangi ketergantungan pada pengolahan plastik luar daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah dari sumbernya.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa sampah plastik bisa punya nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan cara yang benar,” ujar Nurhadi.

BankSampah Kendari berencana mengembangkan versi mesin mini untuk skala rumah tangga dan sekolah, dengan sistem penggerak manual yang hemat energi. Prototipe kecil ini sedang dalam tahap uji coba dan diharapkan siap diluncurkan tahun depan.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah, Kendari kini menunjukkan langkah nyata menuju ekosistem daur ulang plastik yang berkelanjutan dan berbasis teknologi lokal.

Baca Juga: “Bangunan Hemat Energi Tumbuh, Panasonic Perkuat Portofolio Produk Ramah Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak