batangkuis.com — Komunitas peduli lingkungan CleanHabit Jambi kembali mencuri perhatian publik dengan kampanye baru bertajuk “Tanpa Tisu dan Plastik, Mulai dari Hari Ini”. Gerakan ini mengajak masyarakat mengganti kebiasaan sehari-hari yang menghasilkan sampah sekali pakai dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti saputangan kain dan wadah makanan reusable.
Diluncurkan pada awal November 2025 di Car Free Day Jambi, kampanye tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan — mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga. Mereka membawa perlengkapan pribadi seperti tumbler, serbet kain, dan wadah makanan yang dapat digunakan ulang.
“Kami ingin mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari hal kecil. Mengganti tisu dan plastik dengan alternatif berkelanjutan adalah langkah awal menuju gaya hidup sadar lingkungan,” ujar Alya Rahmadani, pendiri CleanHabit Jambi, saat ditemui di lokasi kegiatan.
Baca Juga: “EcoFiber Bali Produksi Serat Bambu untuk Tekstil Berkelanjutan“
CleanHabit Jambi Kampanyekan Dampak Kebiasaan Tisu dan Plastik Sekali Pakai
Menurut riset internal CleanHabit Jambi, satu orang dewasa di kota Jambi bisa menggunakan rata-rata lebih dari 1.500 lembar tisu dan 1.200 kantong plastik per tahun. Data ini menggambarkan beban lingkungan yang besar, terutama ketika sebagian besar limbah tersebut tidak dapat terurai cepat di alam.
Fakta Dampak Sampah Sekali Pakai
- Produksi tisu menyumbang emisi karbon tinggi dari penebangan pohon dan proses pemutihan kertas.
- Kantong plastik butuh waktu lebih dari 100 tahun untuk terurai di tanah.
- Sampah mikroplastik dari plastik bekas pakai ditemukan di sungai Batanghari.
- Konsumsi air bersih untuk memproduksi satu gulung tisu mencapai 140 liter.
“Bayangkan jika setengah penduduk Jambi mulai beralih ke kebiasaan tanpa tisu dan plastik, kita bisa menghemat ribuan ton limbah setiap tahun,” jelas Alya.
Estimasi Dampak Pengurangan Sampah oleh CleanHabit Jambi
| Jenis Sampah | Penggunaan Tahunan per Orang | Pengurangan (Target 2026) | Dampak Lingkungan |
|---|---|---|---|
| Tisu kertas | 1.500 lembar | -70% | Hemat 2 pohon/tahun/orang |
| Kantong plastik | 1.200 lembar | -80% | Turunkan 15 kg CO₂/tahun |
| Sedotan plastik | 500 batang | -90% | Kurangi mikroplastik sungai |
Dalam satu tahun program, CleanHabit Jambi menargetkan 10.000 warga ikut berpartisipasi sehingga potensi pengurangan limbah mencapai lebih dari 100 ton per tahun.
Strategi Kampanye dan Edukasi
Agar pesannya tersampaikan luas, CleanHabit Jambi menggunakan strategi komunikasi lintas platform: kampanye daring, lokakarya komunitas, dan kegiatan publik.
Program Unggulan Kampanye
- #TanpaTisuChallenge di media sosial, mengajak warga membagikan foto tanpa tisu di kegiatan sehari-hari.
- Workshop “Zero Waste Lifestyle” di sekolah dan perkantoran.
- Program Toko Hijau Mitra, memberi diskon 10% bagi pembeli yang membawa wadah sendiri.
- Pameran produk lokal ramah lingkungan, seperti serbet bambu, sabun padat, dan tas kain daur ulang.
“Kami memanfaatkan tren media sosial untuk membentuk perilaku baru. Ketika banyak orang ikut tantangan, pesan ramah lingkungan lebih cepat menyebar,” jelas Alya.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas
Pemerintah Kota Jambi turut mendukung gerakan CleanHabit Jambi melalui program “Jambi Tanpa Plastik 2030”. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bahkan menyediakan bantuan logistik berupa refill station air minum di taman kota dan area publik untuk mengurangi penggunaan botol sekali pakai.
Kolaborasi Lintas Sektor
- DLH Jambi: bantu fasilitas isi ulang air dan edukasi warga.
- UMKM lokal: produksi peralatan makan ramah lingkungan.
- Sekolah & kampus: wajibkan siswa membawa peralatan pribadi non-plastik.
- Komunitas muda: kampanye kreatif lewat seni mural dan eco event.
“CleanHabit Jambi berhasil memantik semangat kolektif. Kini sudah ada 22 sekolah dan 15 kafe yang menerapkan kebijakan no tissue & plastic day setiap pekan,” ujar Fahrul Nizar, Kepala DLH Kota Jambi.
Perubahan Gaya Hidup dan Respons Warga
Seiring meningkatnya kesadaran, masyarakat Jambi mulai menunjukkan perubahan nyata. Banyak warga mengganti tisu dengan washcloth kain dan membawa tumbler ke tempat kerja. Beberapa restoran bahkan menyediakan serbet kain dan menawarkan insentif bagi pelanggan yang membawa peralatan sendiri.
Suara dari Warga dan Pelaku Usaha
- “Awalnya repot, tapi sekarang saya justru hemat karena tak beli tisu tiap minggu,” — Risa, warga Talang Banjar.
- “Kami kurangi plastik hingga 80%. Pelanggan justru senang karena merasa ikut jaga bumi,” — Dono, pemilik kafe ramah lingkungan di Sipin.
Menurut survei CleanHabit Jambi, 72% responden mengaku tertarik mempertahankan kebiasaan tanpa tisu dan plastik karena manfaat ekonomi dan kesehatan lingkungan.
Arah Program Ke Depan
Keberhasilan kampanye ini membuat CleanHabit Jambi berencana memperluas program ke tingkat provinsi. Pada 2026, komunitas ini menargetkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten lain seperti Batanghari, Sarolangun, dan Tebo untuk menggelar pelatihan serupa.
Rencana Ekspansi 2026–2028
- Peluncuran CleanHabit School untuk siswa SD hingga SMA.
- Pembentukan pusat daur ulang komunitas di tiga kota besar Jambi.
- Pengembangan aplikasi pelaporan sampah untuk warga.
- Kolaborasi dengan startup hijau nasional guna memperkuat dampak sosial.
“Kami ingin menjadikan Jambi contoh provinsi dengan budaya hidup bersih, efisien, dan berkelanjutan,” tegas Alya.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, CleanHabit Jambi kini menjadi salah satu pionir perubahan gaya hidup hijau di Indonesia bagian barat — membuktikan bahwa langkah kecil tanpa tisu dan plastik dapat membawa dampak besar bagi bumi.
Baca Juga: “Potensi EcoTouch Hasilkan Produk Daur Ulang Ramah Lingkungan“











