batangkuis.com – Semangat hidup sehat dan peduli lingkungan kini bersatu dalam satu kegiatan inspiratif. Melalui ajang EcoRun Jayapura 2025, ratusan peserta dari berbagai kalangan berlari sambil menanam pohon di sepanjang rute yang membentang di pesisir Danau Sentani. Kegiatan ini menjadi simbol gaya hidup baru masyarakat Jayapura yang menggabungkan olahraga, kepedulian alam, dan kolaborasi sosial.
Ajang ini digagas oleh komunitas lingkungan GreenSteps Papua bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jayapura. Selain mempromosikan kebiasaan hidup aktif, EcoRun juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah timur Indonesia yang kaya namun rentan terhadap kerusakan lingkungan.
“Kami ingin menanam semangat hijau di setiap langkah. Olahraga tidak hanya untuk tubuh, tapi juga untuk bumi,” ujar Liana Wanimbo, Ketua Panitia EcoRun Jayapura.
Baca Juga: “Sekolah Kupang Adakan Hari Tanpa Kertas Tekan Limbah Sekolah“
EcoRun Jayapura Menggabungkan Lari, Alam, dan Aksi Nyata
Kegiatan EcoRun berlangsung dengan konsep “Run & Plant for the Future”. Setiap peserta membawa bibit pohon kecil yang akan ditanam di titik-titik tertentu sepanjang jalur lari. Rute sejauh 5 dan 10 kilometer ini menghubungkan area wisata Pantai Base-G dengan kawasan hutan kota Abepura, dua lokasi yang kini menjadi fokus reboisasi.
Peserta terdiri dari pelajar, komunitas olahraga, ASN, hingga warga sekitar yang ingin ikut berkontribusi menjaga alam. Setelah mencapai garis akhir, setiap pelari menanam bibit yang telah mereka bawa, menciptakan barisan hijau baru di area yang sebelumnya gersang.
Fakta Menarik EcoRun Jayapura:
- Jumlah peserta: lebih dari 600 orang.
- Bibit ditanam: 1.500 pohon, termasuk ketapang, mahoni, dan flamboyan.
- Rute lari: mengelilingi Danau Sentani dan kawasan hutan kota.
- Tujuan utama: edukasi lingkungan dan gaya hidup sehat berkelanjutan.
“Ini pengalaman luar biasa — kami berlari, tertawa, dan tahu bahwa setiap langkah berarti untuk bumi,” ujar salah satu peserta, Tomi Ahoren, mahasiswa asal Abepura.
Edukasi dan Aktivitas Ramah Lingkungan
Tidak hanya lari dan menanam pohon, EcoRun Jayapura juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Terdapat booth informasi tentang pengelolaan sampah organik, konservasi air, serta pengenalan tanaman endemik Papua. Peserta juga diajak memilah sampah sejak awal acara menggunakan kantong daur ulang yang disediakan panitia.
Program Pendukung EcoRun Jayapura:
- “Zero Waste Run” – mengajak peserta membawa botol minum pribadi.
- Workshop lingkungan – membahas pentingnya pohon bagi oksigen kota.
- Kelas mini anak-anak – mengajarkan cara menanam dan merawat bibit pohon.
- Sesi yoga pendinginan – menutup acara dengan relaksasi alam terbuka.
“Kami ingin EcoRun menjadi lebih dari sekadar lomba. Ini adalah gerakan edukatif yang menumbuhkan rasa cinta terhadap bumi,” ungkap Liana.
Selain itu, beberapa sekolah di Jayapura juga dilibatkan dalam lomba mural bertema “Langkah Hijauku” yang menghiasi dinding area finish line. Lukisan warna-warni karya siswa tersebut menampilkan pesan tentang kebersamaan, alam, dan masa depan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas Lokal
Pemerintah Kota Jayapura menyambut baik kegiatan ini dan berencana menjadikannya agenda tahunan olahraga hijau. Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemuda & Olahraga turut mendukung penuh melalui penyediaan lahan penanaman serta fasilitas air bersih untuk penyiraman pohon.
“Kami bangga melihat warga berlari dengan semangat hijau. Ini langkah nyata menuju Jayapura yang bersih dan sehat,” kata Wali Kota Jayapura, dalam sambutannya.
Sejumlah komunitas lokal seperti Papua Run Club, Jayapura Trail Runners, dan GreenYouth Indonesia juga ikut berpartisipasi dengan membantu menjaga jalur, mendistribusikan bibit, serta memastikan area tanam tetap rapi.
Kegiatan ini turut didukung sponsor lokal dari sektor energi terbarukan dan perusahaan air minum yang menyediakan stasiun isi ulang air tanpa plastik, memperkuat pesan ramah lingkungan sepanjang acara.
Dampak Nyata untuk Lingkungan dan Sosial
Aksi ini bukan sekadar simbolik. Dalam dua minggu setelah acara, Komunitas GreenSteps mencatat bahwa lebih dari 85% bibit yang ditanam berhasil tumbuh dengan baik. Mereka rutin melakukan pemantauan bersama warga sekitar untuk memastikan keberlanjutan program penghijauan.
“Kami akan terus menjaga pohon-pohon ini hingga tumbuh besar. Setiap batangnya adalah saksi langkah kecil kami untuk masa depan,” ujar relawan GreenSteps.
Dampak sosial pun terasa. Banyak peserta mengaku kegiatan ini mendorong mereka untuk lebih aktif berolahraga sambil memperhatikan lingkungan. Beberapa bahkan mulai mengadakan kegiatan serupa dalam skala kecil di lingkungan sekolah dan perkantoran.
Menuju Gerakan Nasional “Lari Hijau Indonesia”
Keberhasilan EcoRun Jayapura membuat penyelenggara berencana membawa gerakan ini ke kota lain di Indonesia Timur, seperti Manokwari dan Ambon. Melalui kerja sama lintas komunitas, mereka ingin menciptakan jaringan “lari hijau” yang menggabungkan gaya hidup sehat dan pelestarian alam.
“Kami percaya bahwa olahraga bisa jadi media kuat untuk perubahan lingkungan. Satu langkah pelari, satu pohon untuk bumi,” ujar Liana dengan penuh semangat.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Jayapura kini menjadi contoh nyata bagaimana aksi sederhana dapat membawa dampak besar — bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk planet yang kita tinggali bersama.
Baca Juga: “Pemuda Lumajang olah limbah MBG jadi produk ramah lingkungan“











