GreenWood Cirebon Kembangkan Meja Kayu Bekas Bangunan

GreenWood Cirebon ubah kayu
GreenWood Cirebon ubah kayu

batangkuis.com – Inovasi ramah lingkungan terus berkembang di dunia desain interior. Salah satu yang menarik perhatian datang dari GreenWood Cirebon, sebuah studio furnitur lokal yang berhasil mengubah kayu bekas bangunan menjadi meja estetik bernilai tinggi. Langkah ini tak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat citra Cirebon sebagai kota kreatif yang berorientasi pada keberlanjutan.

Studio ini memanfaatkan sisa material dari rumah-rumah tua dan proyek renovasi di kawasan Kota Lama Cirebon. Kayu bekas jati, mahoni, dan ulin yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah ulang dengan teknik upcycling menjadi furnitur berdesain modern tanpa menghilangkan karakter alaminya.

“Setiap potongan kayu punya cerita. Kami ingin menghidupkannya kembali dalam bentuk furnitur yang tahan lama dan bermakna,” ujar Dimas Raharjo, pendiri GreenWood Cirebon.

Baca Juga: “EcoRun Jayapura Kenalkan Olahraga Sambil Menanam Pohon


Dari Limbah Kayu Menjadi Karya Estetik

GreenWood menggunakan konsep sustainable furniture dengan mengedepankan recycle dan reuse material. Kayu bekas dibersihkan, dikeringkan ulang, lalu dipotong dan disusun dengan pola unik sebelum dipoles menggunakan minyak alami tanpa bahan kimia.

Proses ini tidak hanya menjaga warna dan tekstur kayu tetap alami, tetapi juga mengurangi emisi karbon yang biasanya timbul dari produksi furnitur baru. Setiap meja memiliki tampilan khas dengan guratan alami dan bekas paku atau cat lama yang justru menjadi daya tarik estetiknya.

Proses Pembuatan Furnitur GreenWood:

  • Pemilahan kayu bekas bangunan dari rumah dan gudang tua.
  • Pembersihan manual tanpa bahan keras.
  • Pengeringan ulang selama 14 hari agar tahan rayap dan lembap.
  • Desain modular sesuai permintaan pelanggan.
  • Finishing natural oil agar aman dan ramah lingkungan.

“Kami tidak ingin sekadar membuat meja, tapi menciptakan karya yang punya nilai sejarah dan tanggung jawab ekologis,” tambah Dimas.


Fokus pada Desain Fungsional dan Tahan Lama

Meja hasil daur ulang GreenWood memiliki desain minimalis dengan perpaduan gaya industri dan tropis. Penggunaan logam hitam, besi daur ulang, dan kaki baja ringan membuat produk ini tampak modern namun tetap hangat.

Setiap furnitur dilengkapi dengan sertifikat bahan daur ulang dan label informasi sumber kayu, sehingga konsumen dapat mengetahui asal-usul material yang digunakan.

Keunggulan Meja Daur Ulang GreenWood:

  • Ramah lingkungan dan mengurangi limbah konstruksi.
  • Struktur kuat karena menggunakan kayu solid bekas bangunan tua.
  • Desain fleksibel, cocok untuk ruang kerja, kafe, atau rumah minimalis.
  • Finishing aman, tanpa formalin atau cat sintetis.

“Banyak pelanggan menyukai nuansa rustic alami yang tidak bisa ditiru oleh bahan sintetis,” ujar Lina Puspa, desainer produk GreenWood.


Meningkatkan Ekonomi Sirkular di Cirebon

Selain berfokus pada keberlanjutan, GreenWood juga berkontribusi terhadap ekonomi sirkular lokal. Mereka bekerja sama dengan pengrajin, tukang bangunan, dan pengepul material bekas untuk mendapatkan bahan baku.

“Kami membeli langsung dari tukang bongkaran dan memberi pelatihan bagaimana memilah kayu yang masih layak,” jelas Dimas.

Pendekatan ini membantu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi limbah konstruksi yang seringkali menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, sebagian keuntungan GreenWood disalurkan untuk program “Tanam Kayu Kembali”, yaitu penanaman pohon jati dan mahoni di lahan kosong sekitar Majalengka dan Kuningan.

Dampak Positif Program GreenWood:

  • Mengurangi sampah kayu hingga 3 ton per bulan.
  • Memberdayakan 25 pengrajin lokal.
  • Menanam lebih dari 2.000 bibit pohon jati.
  • Mendukung kampanye Green Cirebon Movement.

Kolaborasi dengan Komunitas Desain dan UMKM

Untuk memperluas jangkauan pasar, GreenWood aktif berkolaborasi dengan komunitas desain interior, arsitek muda, dan UMKM perabot lokal. Mereka sering mengadakan workshop upcycling dan pameran produk kreatif untuk memperkenalkan konsep furnitur berkelanjutan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa furnitur indah tidak selalu harus baru. Keindahan bisa lahir dari bahan lama yang diberi kehidupan kedua,” ujar Lina.

Produk GreenWood kini telah dipasarkan ke berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Beberapa kafe dan coworking space juga mulai menggunakan meja buatan mereka sebagai simbol komitmen terhadap praktik ramah lingkungan.


Cirebon Menuju Kota Kreatif Hijau

Langkah GreenWood Cirebon sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Cirebon sebagai kota kreatif berbasis ekonomi hijau. Pemerintah mendukung usaha yang mampu menggabungkan kreativitas, nilai budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

“GreenWood menjadi contoh nyata industri kreatif yang peduli lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi,” kata Rendra Utama, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Cirebon.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap isu keberlanjutan, GreenWood berencana meluncurkan seri furnitur “Heritage Collection”, yang memadukan potongan kayu bekas rumah kolonial Cirebon dengan desain modern minimalis.

“Kami ingin menunjukkan bahwa masa lalu bisa hidup kembali dalam bentuk karya yang fungsional dan bermakna,” tutup Dimas dengan senyum.

Baca Juga: “10 Produk Eco-Friendly Wajib untuk Hidup Lebih Ramah Lingkungan, Anti Ribet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak