batangkuis.com – Gerakan peduli lingkungan semakin berkembang di Nusa Tenggara Timur. Kali ini, Komunitas ZeroWaste Kupang sukses menggelar acara “Pawai Tukar Plastik”, sebuah kegiatan unik yang memadukan aksi kebersihan lingkungan dengan kampanye edukatif untuk mengurangi sampah sekali pakai di perkotaan.
“Kami ingin mengubah kebiasaan warga, dari membuang plastik menjadi menukarnya dengan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Maria Agustina, koordinator acara ZeroWaste Kupang.
Baca Juga: “SD Pontianak Tanam Sayur Hidroponik Edukasi Ketahanan Pangan“
Komunitas ZeroWaste Aksi Lingkungan yang Dikemas Kreatif
Pawai ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas pemuda, hingga aparat kelurahan. Mereka berkeliling membawa kostum dan properti daur ulang seperti hiasan bunga dari botol bekas dan topeng dari plastik kresek.
Di sepanjang rute pawai, warga yang menonton dapat menukarkan botol, kantong plastik, atau gelas bekas dengan produk ramah lingkungan seperti tas kain, sabun alami, dan bibit tanaman hias.
“Kami ingin membuat kegiatan lingkungan terasa menyenangkan dan inklusif,” jelas Maria.
Kegiatan utama dalam pawai:
- Parade kostum daur ulang bertema “Kupang Bersih 2030.”
- Booth penukaran plastik dengan produk ramah lingkungan.
- Lokakarya mini tentang pengelolaan sampah rumah tangga.
- Pertunjukan musik lokal bertema cinta bumi.
“Warga senang karena bisa ikut menjaga lingkungan sambil menikmati hiburan,” kata Sofyan (22), peserta dari Universitas Nusa Cendana.
Komunitas ZeroWaste Edukasi Daur Ulang untuk Warga
Selain pawai, acara ini juga menampilkan zona edukasi daur ulang, tempat anak-anak belajar memilah sampah dan membuat karya seni dari plastik bekas. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang dan sejumlah komunitas kreatif.
Peserta juga diajak memahami konsep reduce, reuse, recycle (3R) melalui permainan interaktif dan simulasi pemilahan sampah. Setiap peserta yang berhasil mengumpulkan minimal 1 kilogram plastik mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan produk ramah lingkungan.
Materi edukasi yang disampaikan:
- Cara memilah sampah organik dan anorganik di rumah.
- Tips membuat eco-brick dari botol plastik.
- Pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi.
- Pentingnya mengurangi plastik sekali pakai di dapur dan pasar.
“Kami ingin anak-anak Kupang tumbuh dengan kesadaran baru bahwa plastik bukan limbah, tapi bahan yang bisa diubah,” ujar Ruth Melati, fasilitator ZeroWaste Kupang.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas ZeroWaste
Pawai Tukar Plastik ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kota Kupang yang menilai kegiatan tersebut sejalan dengan program “Kupang Bebas Sampah 2030.” Wali Kota melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi terhadap peran komunitas yang mampu mengedukasi masyarakat dengan cara kreatif dan kolaboratif.
“Kampanye lingkungan yang seperti ini efektif karena melibatkan masyarakat secara langsung dan menyenangkan,” ujar perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.
Selain pemerintah, beberapa lembaga lokal seperti Bank Sampah Oepura dan Koperasi Hijau NTT turut berpartisipasi dengan menyediakan fasilitas penimbangan dan pembelian sampah plastik hasil pawai.
Bentuk dukungan nyata:
- Penyediaan truk daur ulang keliling.
- Pengumpulan 2 ton sampah plastik selama acara berlangsung.
- Edukasi ekonomi sirkular bagi UMKM lokal.
- Pelatihan pembuatan produk dari limbah plastik.
“Kami ingin semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha, ikut ambil bagian dalam gerakan ini,” tambah Maria.
Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Ekonomi
Dalam sehari penyelenggaraan, acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1.800 kilogram plastik bekas yang kemudian disalurkan ke pusat daur ulang di Oebobo. Dari hasil tersebut, sebagian plastik diolah menjadi bata eco-block dan pot tanaman daur ulang.
Selain dampak lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. UMKM lokal yang menjual produk ramah lingkungan mencatat peningkatan penjualan hingga 50% selama acara berlangsung.
Hasil yang dicapai dari Pawai Tukar Plastik:
- 1.800 kg plastik dikumpulkan dan didaur ulang.
- 400 peserta anak sekolah mendapat pelatihan 3R.
- 20 UMKM lokal memamerkan produk hijau.
- 300 bibit tanaman dibagikan gratis kepada warga.
“Gerakan kecil seperti ini bisa menjadi langkah besar untuk perubahan gaya hidup di Kupang,” ujar Ruth Melati.
Menuju Kota Kupang yang Lebih Bersih dan Hijau
Komunitas ZeroWaste Kupang berencana melanjutkan kegiatan ini setiap tahun dengan tema berbeda, seperti “Plastikku Jadi Pohon” dan “Sampah Jadi Rupiah.” Mereka juga tengah mempersiapkan aplikasi WastePoint Kupang, yang memungkinkan warga menukar sampah plastik dengan poin digital yang bisa digunakan di toko mitra.
“Kami ingin menciptakan sistem berkelanjutan agar gerakan ini tidak berhenti di acara, tapi menjadi kebiasaan warga,” tutur Maria.
Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, Pawai Tukar Plastik menjadi simbol perubahan baru di Kupang — bahwa menjaga bumi tidak harus sulit atau membosankan, tetapi bisa dilakukan bersama-sama dengan cara yang menyenangkan dan memberi manfaat nyata.
Baca Juga: “Wamen LH Tutup HLH Sedunia 2025, Serukan Aksi Nyata Atasi Polusi Plastik dan Krisis Sampah“











