batangkuis.com – Kota Ambon kini punya kegiatan rutin yang makin digemari warga: Hari Bebas Motor (HBM) setiap hari Sabtu. Gerakan ini diinisiasi oleh komunitas lingkungan RideGreen Ambon yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup kota. Tujuannya sederhana namun berdampak besar — mengurangi polusi udara, mendorong gaya hidup aktif, dan mengembalikan semangat ruang publik yang sehat bagi semua warga.
“Kami ingin kota ini punya udara yang lebih bersih dan suasana jalan yang ramah bagi pejalan kaki serta pesepeda,” ujar Rizal Pattiradjawane, ketua komunitas RideGreen Ambon.
Baca Juga: “EcoBag Jember Produksi Tas Daur Ulang Limbah Tekstil Industri“
RideGreen Ambon Ajang Seru Tiap Akhir Pekan
Kegiatan Hari Bebas Motor digelar di sepanjang Jalan A.Y. Patty hingga kawasan Gong Perdamaian Dunia, yang biasanya padat oleh kendaraan. Setiap Sabtu pagi mulai pukul 06.00 hingga 10.00, ruas jalan itu ditutup sementara dari kendaraan bermotor dan disulap menjadi jalur hijau penuh aktivitas.
Ratusan warga, mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran, memadati area ini untuk berolahraga, bersepeda, atau sekadar jalan santai bersama keluarga. Suasana makin hidup dengan kehadiran musisi jalanan, stan makanan sehat, dan kegiatan kreatif komunitas.
Aktivitas Populer di HBM Ambon:
- Senam bersama dan yoga pagi.
- Bersepeda santai keliling kawasan kota tua.
- Pentas musik akustik dan pertunjukan tari lokal.
- Bazaar produk ramah lingkungan dari UMKM Ambon.
- Kelas edukasi daur ulang dan tanam pohon mini.
“Kegiatannya selalu seru dan positif. Anak-anak jadi bisa bermain di jalan tanpa takut kendaraan,” ujar Maria Lestari, warga Karang Panjang yang rutin hadir setiap minggu.
RideGreen Ambon Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
RideGreen Ambon tidak hanya ingin menghadirkan hiburan, tapi juga menanamkan kesadaran ekologis pada masyarakat. Di setiap acara, komunitas ini membuka sesi edukasi tentang pentingnya mengurangi emisi karbon, pengelolaan sampah rumah tangga, dan penggunaan transportasi hijau.
Program Edukasi RideGreen Ambon:
- “Bike to Work Clinic” – mengajarkan cara aman bersepeda ke kantor.
- “Zero Waste Corner” – area belajar memilah sampah dan membuat kompos.
- Workshop Energi Terbarukan – pengenalan panel surya mini untuk rumah tangga.
- “Tukar Sampah Jadi Pohon” – warga dapat bibit tanaman dengan menukar botol plastik bekas.
“Kami ingin warga Ambon merasa bahwa menjaga lingkungan itu bisa dimulai dari hal sederhana — seperti tidak membawa motor sehari,” ujar Rizal.
Dampak Positif bagi Kota dan Warga
Sejak diluncurkan tiga bulan lalu, Hari Bebas Motor berhasil mengurangi emisi karbon hingga 15% di area pusat kota Ambon selama jam kegiatan. Selain itu, RideGreen juga mencatat peningkatan minat warga untuk menggunakan sepeda lipat dan berjalan kaki sebagai moda transportasi harian.
“Banyak yang awalnya hanya ikut-ikutan, tapi sekarang mulai rutin bersepeda ke kantor. Ini perubahan kecil yang berarti,” jelas Rizal.
Bagi pelaku usaha kecil, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi. Puluhan pedagang makanan sehat dan produk lokal bisa memasarkan dagangannya di area HBM tanpa pungutan biaya. Pemerintah kota mendukung penuh inisiatif ini karena selaras dengan program Ambon Green City 2030.
“RideGreen memberi contoh bahwa aksi lingkungan bisa berdampak sosial dan ekonomi sekaligus,” kata Siti Anggraeni, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Ambon.
Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah
Keberhasilan RideGreen Ambon tidak lepas dari dukungan lintas sektor. Pemerintah kota membantu menyediakan keamanan dan fasilitas kebersihan, sementara komunitas lain seperti Ambon Cycling Club, GreenYouth, dan Komunitas Musik Jalanan ikut berpartisipasi mengisi kegiatan setiap pekan.
“Setiap Sabtu kami jadi satu keluarga besar yang peduli bumi,” ujar Yohanes Soumokil, anggota komunitas pesepeda.
Pihak RideGreen juga terus melakukan evaluasi agar kegiatan semakin inklusif. Mereka berencana menambah rute bebas motor hingga kawasan Pantai Natsepa dan Lateri, serta memperluas jadwal menjadi dua kali sebulan.
Harapan Menuju Ambon yang Lebih Hijau
Bagi warga Ambon, Hari Bebas Motor kini bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan simbol gaya hidup baru. Banyak anak muda yang mulai aktif bersepeda, menanam pohon, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Kalau dulu jalan A.Y. Patty penuh asap kendaraan, sekarang penuh tawa dan musik. Rasanya seperti kota yang hidup lagi,” ujar Maria.
Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat, RideGreen Ambon berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia Timur untuk membangun kota sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin Ambon dikenal bukan hanya karena musiknya, tapi juga karena warganya yang mencintai lingkungan,” tutup Rizal dengan optimisme.
Baca Juga: “Teknologi Kontainer Ramah Lingkungan Inovasi Anak Bangsa Siap Dukung Industri Farmasi dan FnB“











