RiverAid Banjarmasin Luncurkan Drone Pemantau Sampah Sungai

RiverAid Banjarmasin Luncurkan Drone
RiverAid Banjarmasin Luncurkan Drone

batangkuis.com — Kota Banjarmasin, yang dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai,” kini memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah sampah air yang terus meningkat.
Startup lingkungan lokal, RiverAid Banjarmasin, resmi meluncurkan drone pemantau sampah sungai — sebuah langkah inovatif untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis data dan teknologi cerdas.

“Kami ingin menjadikan sungai bukan sekadar jalur air, tetapi sumber kehidupan yang bersih dan terjaga,” ujar Rifki Mahendra, CEO RiverAid, saat peresmian peluncuran di tepi Sungai Martapura.

Drone ini akan menjadi bagian dari sistem Smart River Management, yang membantu pemerintah kota memantau area sungai yang sulit dijangkau petugas lapangan.

Baca Juga: “AquaLeaf Jakarta Pusat Produksi Sabun Cair Ramah Sungai


RiverAid Banjarmasin Bagikan Cara Kerja Drone Pemantau Sampah

Drone ciptaan RiverAid dilengkapi kamera resolusi tinggi dan sensor termal yang mampu mendeteksi tumpukan sampah, minyak, dan bahan kimia berbahaya di permukaan air.
Setiap drone terhubung dengan aplikasi berbasis cloud yang mengirim data visual secara real time ke dashboard Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

Berikut fitur unggulannya:

  • 📡 Pemindaian otomatis area 5 km per penerbangan
  • 🌧️ Daya tahan terhadap hujan ringan dan kelembapan tinggi
  • 🧠 Analisis AI untuk mengenali jenis sampah (plastik, organik, atau logam)
  • 🔋 Durasi terbang hingga 45 menit per baterai
  • 🌐 Sistem pelaporan otomatis dengan geotag lokasi pencemaran

“Drone kami tidak hanya mengambil gambar, tapi juga membaca pola arus air untuk mendeteksi sumber sampah,” jelas Rifki.

Data dari drone kemudian disinkronkan dengan aplikasi RiverMap, peta digital interaktif yang menampilkan tingkat kebersihan setiap segmen sungai di Banjarmasin.


RiverAid Banjarmasin Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas

RiverAid menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan komunitas pecinta sungai untuk memperkuat sistem pemantauan.
Setiap laporan dari drone dikonfirmasi langsung oleh relawan lapangan yang menggunakan perahu kecil ramah lingkungan.

“Kami melatih masyarakat untuk menjadi ‘mata dan telinga’ sungai. Mereka bisa menindaklanjuti data drone dengan aksi nyata di lapangan,” ujar Nuraini, perwakilan DLH Banjarmasin.

Selain itu, RiverAid juga membuka pusat pelatihan teknologi hijau di kawasan Sungai Andai untuk mengenalkan cara mengoperasikan drone dan memahami pentingnya kebersihan air bagi kesehatan masyarakat.

Kegiatan edukasi ini ditujukan untuk siswa SMA dan mahasiswa agar mereka memahami peran teknologi dalam menjaga lingkungan.


Dampak Positif dan Data Lingkungan

Sejak masa uji coba tiga bulan lalu, drone RiverAid telah menemukan lebih dari 280 titik tumpukan sampah plastik di area sungai utama dan anak sungai Martapura.
Temuan ini membantu petugas membersihkan area dengan cepat sebelum sampah menumpuk dan menyumbat aliran air.

Data juga menunjukkan penurunan volume sampah terapung hingga 30% di wilayah pemantauan rutin.

“Kami kini bisa bekerja lebih efisien. Drone membantu kami menentukan prioritas area pembersihan,” kata Adi Rahman, petugas kebersihan sungai.

Selain efisiensi, data yang dikumpulkan RiverAid juga digunakan untuk riset lingkungan oleh Universitas Lambung Mangkurat, khususnya dalam studi pencemaran mikroplastik dan dinamika arus air.


Menatap Masa Depan Sungai Bersih

RiverAid menargetkan dalam setahun ke depan, sistem drone ini akan diperluas ke sungai Barito, Sungai Alalak, dan Sungai Kuin.
Rencana ini sejalan dengan program Smart River 2030, yang digagas Pemkot Banjarmasin untuk menciptakan sistem pemantauan air otomatis di seluruh kanal kota.

Selain pemantauan sampah, RiverAid sedang mengembangkan fitur baru untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air dan potensi banjir lokal.
Drone generasi kedua yang sedang disiapkan akan dilengkapi sensor LIDAR untuk memetakan kedalaman air secara akurat.

“Kami ingin menjadikan Banjarmasin model kota dengan pengelolaan sungai berbasis data,” ujar Rifki.


Partisipasi Warga dan Harapan Lingkungan

RiverAid juga membuka kanal pelaporan publik melalui aplikasi RiverAid Mobile.
Warga dapat memotret dan mengunggah lokasi sampah yang belum terjangkau drone, sekaligus memantau hasil pembersihan oleh petugas.

Selain itu, komunitas lingkungan seperti Save Our River Banjarmasin ikut mengadakan kegiatan “Clean River Day” setiap akhir pekan, membersihkan area sungai yang terpantau padat sampah.

“Kami ingin menjadikan sungai kembali sebagai bagian hidup masyarakat, bukan tempat pembuangan,” ujar Nuraini.

Langkah ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara teknologi, komunitas, dan pemerintah bisa menghasilkan dampak nyata bagi ekosistem sungai tropis.


Refleksi – Sungai Sebagai Cermin Peradaban

Drone RiverAid bukan sekadar alat terbang, tetapi simbol perubahan cara pandang terhadap sungai.
Dengan teknologi ini, masyarakat Banjarmasin diajak melihat bahwa kebersihan sungai mencerminkan kualitas hidup warganya.

“Teknologi tanpa kesadaran tidak akan berarti. Tapi bila keduanya berjalan bersama, sungai akan hidup kembali,” tutup Rifki.

Melalui langkah konkret ini, RiverAid Banjarmasin menegaskan bahwa masa depan sungai bersih bukanlah mimpi, melainkan hasil kolaborasi cerdas antara inovasi dan kepedulian.

Baca Juga: “Kebun Raya Cibodas Dukung Pendidikan Lingkungan di SMPN 1 Cipanas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak