UrbanPack Solo Ciptakan Kemasan Biodegradable Rumput Laut

UrbanPack Solo luncurkan kemasan
UrbanPack Solo luncurkan kemasan

batangkuis.com — Startup kemasan asal Kota Solo, Jawa Tengah UrbanPack Solo memperkenalkan inovasi kemasan biodegradable berbahan rumput laut, sebagai alternatif ramah lingkungan bagi brand makanan dan minuman yang ingin tampil “hijau”. Produk ini menghadirkan solusi nyata untuk tantangan sampah plastik, sejalan dengan tren kemasan biodegradasi yang tengah digalakkan di Indonesia.

CEO UrbanPack Solo, Dewi Aryani, menjelaskan bahwa rumput laut dipilih sebagai bahan dasar karena Indonesia memiliki keunggulan sebagai penghasil rumput laut dunia. “Dengan memanfaatkan rumput laut lokal, kami tidak hanya menghadirkan kemasan yang mudah terurai, tetapi juga mendukung petani laut serta memperkuat ekosistem industri kreatif Solo,” ujar Dewi.

Produk yang disebut SeaPack Bio oleh UrbanPack SOLO itu telah menjalani prototipe sejak awal 2025, dan kini memasuki tahap produksi massal terbatas untuk klien usaha kecil menengah di wilayah Jawa Tengah dan DIY.


UrbanPack Solo Dengan Teknologi Rumput Laut untuk Kemasan Biodegradable

Rumput laut sebagai bahan dasar kemasan memang telah diteliti sebagai bahan bioplastic hydrocolloid—karagenan, alginat, dan pati dimodifikasi bisa membuat pelapis atau kemasan yang terurai alamiah. UrbanPack Solo mengambil pendekatan lokal: mengekstrak rumput laut dari kawasan Pantai Utara Jawa, memprosesnya menjadi film tipis, lalu membentuk kantong maupun sachet yang bisa digunakan untuk produk pangan kering atau basah.

Fitur Unggulan SeaPack Bio

  • Ramah lingkungan: 100 % bahan baku organik dan dapat terurai dalam waktu jauh lebih singkat dibanding plastik konvensional.
  • Menunjang petani rumput laut lokal: UrbanPack Solo menjalin kemitraan langsung dengan kelompok tani untuk pasokan bahan baku.
  • Tahan air dan cocok untuk pangan: Meski film rumput laut memiliki tantangan ketahanan air, UrbanPack telah menambahkan lapisan pelindung berbasis biopolimer alami untuk meningkatkan performa.
  • Branding fleksibel: Kemasan dapat dicetak dengan grafis digital, cocok untuk produk artisan dan UMKM yang ingin tampil premium sekaligus hijau.

Dewi menambahkan: “Kami memang menjalani pengujian ketahanan air dan uap agar kemasan ini layak untuk produk makanan dan minuman. Rumput lautnya sudah diproses hingga memenuhi standar food-contact.” UrbanPack sedang menempuh sertifikasi untuk memperkuat klaim biodegradable tersebut.


Perbandingan Kemasan Konvensional vs SeaPack Bio (UrbanPack Solo)

AspekKemasan Plastik KonvensionalSeaPack Bio (Rumput Laut)
Bahan utamaPolietilena, PETRumput laut + biopolimer alami
Waktu terurai (estimasi)>100 tahun (tergantung kondisi)≤ 12 bulan (laboratorium)
Daya dukung petaniUmumnya bahan asing/importRumput laut lokal Indonesia
Keunggulan lingkunganRamah bumi, berkelanjutan
TantanganMata rantai sudah besarProduksi skala besar masih dibangun

Tabel ini menunjukkan bahwa kemasan rumput laut memiliki potensi manfaat besar terutama dari sisi keberlanjutan, meskipun masih ada tantangan skala produksi yang harus dilalui.


Kolaborasi UrbanPack Solo dan Dampak Ekonomi

UrbanPack Solo tidak berjalan sendiri. Mereka menggandeng Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Solo, perguruan tinggi lokal seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), serta beberapa UMKM pengolah kemasan. Tujuannya: menciptakan ekosistem kemasan hijau yang holistik—dari bahan baku laut hingga desain akhir produk.

Bentuk Kerjasama

  • Pelatihan untuk petani rumput laut di daerah pesisir Jawa Utara agar memenuhi standar bahan baku kemasan.
  • Program Kemasan Hijau UMKM yang menyediakan diskon khusus bagi pelaku usaha kecil yang ingin beralih ke SeaPack Bio.
  • Sertifikasi internal untuk kualitas kemasan dan edukasi konsumen tentang keuntungan kemasan biodegradable.
  • Workshop desain kemasan bagi mahasiswa dan desainer lokal agar kemasan hijau tetap menarik secara visual.

Dampak ekonomi lokal sudah mulai terlihat. Dewi menyebut bahwa sejak prototipe diluncurkan, sudah ada 25 UMKM di Solo dan Klaten yang berganti kemasan ke SeaPack Bio, dan permintaan terus meningkat.


Tantangan dan Langkah Pengembangan ke Depan

Meski menjanjikan, UrbanPack Solo menyadari bahwa produksi kemasan berbasis rumput laut belum tanpa hambatan. Beberapa tantangan utama ialah stabilitas bahan baku di musim hujan, biaya produksi yang sedikit lebih tinggi dibanding plastik murah, serta edukasi pasar agar menerima kemasan baru.

Strategi Pengembangan ke Depan

  1. Meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memenuhi pesanan skala menengah.
  2. Menurunkan biaya dengan optimalisasi rantai pasok dan automasi proses.
  3. Mengajukan sertifikasi nasional dan AMLAB independen untuk validasi klaim biodegradable.
  4. Ekspansi ke pasar luar Jawa dan menjajaki ekspor ke Asia Tenggara dengan label “Kemasan Hijau Indonesia”.

Dewi menyatakan: “Visi kami adalah agar kemasan berbasis rumput laut ini menjadi standar baru industri kemasan Indonesia — dari Solo untuk dunia.” Dengan langkah strategis, UrbanPack berambisi menjadi pelopor kemasan hijau produksi lokal.


Kesimpulan

Inovasi UrbanPack Solo melalui kemasan rumput laut SeaPack Bio menandai langkah progresif industri kemasan Indonesia menuju masa depan berkelanjutan dan bebas plastik.
Dengan memanfaatkan bahan laut lokal, startup ini bukan hanya menciptakan produk ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan petani rumput laut di pesisir Jawa dan Sulawesi.
Langkah ini menjadi contoh nyata bahwa teknologi hijau dapat tumbuh dari daerah, bukan hanya dari pusat industri besar.

Kemasan SeaPack Bio dirancang agar mudah terurai secara alami tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi lingkungan.
Selain ramah lingkungan, desainnya juga modern dan fleksibel, cocok digunakan oleh berbagai merek makanan, kosmetik, maupun produk ritel.

“Kami ingin membuktikan bahwa solusi keberlanjutan tidak harus mahal. Dengan bahan lokal, Indonesia bisa jadi pemain utama dalam industri kemasan hijau,” ujar tim UrbanPack Solo.

Bagi brand yang ingin tampil modern, bertanggung jawab, dan berorientasi masa depan, SeaPack Bio menjadi pilihan ideal.
UrbanPack Solo tak sekadar menghadirkan inovasi produk, tetapi juga membangun ekosistem kemasan hijau nasional, menjawab tantangan global dengan inovasi berbasis lokal dan semangat keberlanjutan.

Baca Juga: “Perkuat Keamanan Lingkungan, Pradi Supriatna Ajak Warga Bergerak Bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo mpoturbo pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak